https://sumberayu.id/images/news/khawatir-alami-kista-ovarium-ketahui-dulu-gejala,-penyebab-dan-cara-menanganinya-173fd6d.jpg

Khawatir Alami Kista Ovarium? Ketahui Dulu Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya


Kista ovarium merupakan satu dari banyak jenis masalah kesehatan yang sering dialami wanita. Sahabat Ayu berpotensi mengalami penyakit ini jika masih mengalami menstruasi tiap bulannya. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui, gejala, penyebab, hingga cara menanganinya. Berikut informasinya!

Pengertian Kista Ovarium

Apa itu kista ovarium? Kista ovarium merupakan kantong yang berisi cairan terbentuk dalam ovarium. Setiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium). Satu ovarium berada di bagian kanan dan satunya lagi di kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini adalah bagian dari sistem reproduksi wanita.

Ovarium sendiri berfungsi menghasilkan sel telur setiap bulannya, yang dimulai dari masa pubertas hingga menopause. Produksi hormon estrogen dan progesteron juga dilakukan oleh organ ini. Terkadang, fungsi ovarium dapat mengalami gangguan, dan kista merupakan salah satu bentuk gangguan yang sering terjadi dan dialami wanita.

Penyebab Kista Ovarium

Ada dua jenis kista ovarium, yaitu kista fungsional dan kista patologis. Berikut penyebab kista ovarium berdasarkan kedua jenis tersebut:

Kista Fungsional

Ada dua jenis kista fungsional, yaitu kista korpus luteum dan kista folikel. Korpus luteum merupakan sel yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron setelah pelepasan sel telur. Saat lubang keluarnya sel telur pada korpus luteum mengalami sumbatan, penumpukan cairan pun terjadi. Kondisi inilah yang memicu korpus luteum berkembang menjadi kista dan umumnya akan hilang dalam beberapa bulan.

Sedangkan, kista folikel terjadi saat folikel mengalami gangguan yang menyebabkannya tidak dapat melepaskan sel telur. Folikel ini pun mengalami pembengkakan karena penuh cairan dan berubah jadi kista. Namun, umumnya akan hilang sendiri setelah beberapa minggu.

Kista Patologis

Kista jenis ini muncul karena adanya pertumbuhan sel abnormal. Ada dua jenis dari kista ini, yaitu kista dermoid dan adenoma. Kista dermoid merupakan jenis kista dengan sel abnormal yang paling umum terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun. Kandungan dalam kista ini dapat berupa segala jenis jaringan manusia, mulai dari darah, rambut, lemak, tulang, kulit, hingga gigi.

Umumnya, jenis kista ini tidak ganas, namun berpotensi berkembang dan membesar hingga berdiameter 20 cm sehingga harus diangkat melalui proses operasi. Sedangkan, kista adenoma merupakan kista yang umum terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun dan terbentuk dari sel-sel jaringan luar ovarium.

Sementara itu, kista adenoma terbagi lagi dalam dua jenis, yaitu serosa dan mukosa. Serosa umumnya berukuran kecil, tetapi mampu menimbulkan gejala apabila pecah. Sedangkan, ukuran mukosa dapat berkembang hingga berdiameter 35 cm dan jarang bersifat ganas, tetapi bisa menyebabkan ovarium terpelintir sehingga aliran darah ke ovarium tersumbat.

Gejala Kista Ovarium

Biasanya, tidak ada gejala apapun yang akan Anda rasakan jika kista ovarium yang dialami masih berukuran kecil, Sahabat Ayu. Namun, jika kista ovarium yang telah membesar pecah dan tidak kunjung menghilang, maka dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan menghadirkan berbagai gejala kista ovarium.

  • Adanya rasa nyeri di sekitar perut bagian bawah (nyeri panggul) yang bisa datang dan pergi serta dapat menyebar ke daerah punggung bawah dan paha
  • Nyeri panggul sebelum dan setelah periode menstruasi
  • Tidak teraturnya masa menstruasi
  • Adanya rasa sakit dan tidak nyaman di bagian bawah perut saat melakukan hubungan seksual (dispareunia)
  • Perut terasa tertekan dan kembung serta bengkak pada perut
  • Sulit atau merasa sakit ketika buang air besar
  • Lebih sering buang air kecil karena adanya tekanan pada kandung kemih atau kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih
  • Merasa kenyang padahal hanya makan sedikit dan sering mual, muntah, nyeri di payudara.

Cara Menanganinya

Umumnya, kista akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Anda dapat memastikan dengan melakukan pemeriksaan USG. Sedangkan, Anda perlu mempertimbangkan tindakan pengangkatan kista apabila Anda mengalami gejala. Sebanyak 4% kasus kista menyebabkan gejala dan jika terjadi maka dianjurkan untuk melakukan operasi.

Disarankan pula melakukan operasi pengangkatan kista bila ukuran dan kandungan kista sudah besar dan diprediksi mengandung sel abnormal yang membahayakan. Kista yang terjadi pada masa menopause juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami kanker ovarium sehingga dianjurkan agar menjalani tes darah dan USG teratur untuk menghilangkan kista. Jika tidak hilang, perlu segera diangkat agar tak berkembang menjadi kanker ovarium.

 

Pastikan Anda memahami penyakit ini dan segera melakukan pemeriksaan dan perawatan sejak dini, ya. Semoga bermanfaat ya, Sahabat Ayu!