5 Tanda Alat Kelamin Wanita yang Sehat, Bagaimana dengan Milik Anda?



Secara fisik, bentuk alat kelamin wanita memiliki ukuran dan bentuk yang dapat berbeda pada masing-masing orang. Beberapa wanita memiliki alat kelamin berukuran kecil berbentuk oval telur, sedangkan ada juga yang berukuran besar berbentuk silinder. Selain itu, warna organ yang satu ini juga bisa bervariasi, mulai dari merah muda terang sampai merah muda gelap hingga yang hampir kecoklatan. Jadi, seperti apa kondisi alat kelamin wanita yang sehat itu?

Tidak berbau menyengat

Sahabat Ayu, alat kelamin wanita yang sehat ditandai dengan bau khas kewanitaan, yang tidak harum, tapi juga tidak berbau amis. Pada dasarnya, bau yang ditimbulkan oleh area kewanitaan ini bergantung pada apa saja yang telah Anda konsumsi, jenis kegiatan yang dilakukan, instensitas aktivitas seks, serta kebersihan dari alat kelamin wanita itu sendiri. Umumnya, saat menstruasi ada bau anyir darah di sekitar kelamin Anda. Tenang, hal ini masih tergolong wajar.

Memiliki kadar pH yang normal

Tingkat keasaman atau kadar pH merupakan hal yang harus diperhatikan, sebab kandungan pH sangat berpengaruh terhadap kesehatan area kewanitaan. Bagi wanita dewasa, kadar pH yang normal berkisar pada rentang 3 sampai 5. Apabila kadar tersebut tidak seimbang, maka jamur dan bakteri akan berkembang biak lebih cepat. Kondisi inilah yang menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kelamin wanita.

Untuk mengetahui kadar pH pada alat kelamin, Anda dapat membeli kertas khusus untuk mengecek berapa pH yang terkandung pada organ intim Anda. Perlengkapan ini biasanya dijual di apotek. Kamu juga disarankan menggunakan cairan pembersih khusus kewanitaan dengan kadar pH yang sesuai dengan kondisi area kewanitaan untuk bantu merawat kondisi area kewanitaan.

Terjaga kelembapan dan tidak kusam

Sahabat Ayu, alat kelamin wanita yang sehat adalah yang terjaga kelembapannya dengan baik. Untuk mengetahui kelembapan di area tersebut, Anda bisa menggunakan jari kelingking untuk mengecek dinding kewanitaan. Jika tidak kering atau terlalu berair, maka alat kelamin wanita Anda berada dalam kondisi yang normal dan sehat.

Akan tetapi, pada beberapa kasus, kelembapan area kewanitaan ini dapat berkurang akibat menopause, serta penurunan hormon esterogen. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, maka kelembapan pada area kewanitaan juga akan berkurang, bahkan terlihat sedikit lebih kusam. Untuk itu, Anda wajib memeriksakan kondisi tersebut pada dokter.

Tidak muncul ruam dan rasa perih saat buang air

Alat kelamin wanita yang sehat tidak menimbulkan rasa perih saat digunakan untuk buang air kecil. Selain itu, kulit di sekitar area kewanitaan juga tetap bersih dan mulus tanpa bercak merah alias ruam. Sebaliknya, jika Anda merasakan perih ketika buang air, bisa jadi terdapat infeksi di area tersebut. Jika dibiarkan, rasa perih ini akan menimbulkan sensasi gatal dan panas sehingga Anda terus ingin menggaruk. Lagi-lagi, cara terbaik untuk memastikan adalah dengan pergi ke dokter.

Bebas dari tonjolan kecil

Tonjolan kecil yang keras dengan permukaan kasar bisa jadi merupakan kutil kelamin. Tonjolan ini bisa terasa gatal, tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Kutil-kutil kelamin ini jika dibiarkan akan tumbuh secara berkelompok atau sendiri-sendiri. Apabila kemudian membesar menjadi suatu benjolan pada mulut vagina, bisa jadi ini adalah virus atau bakteri penyebab penyakit kelamin wanita ataupun tumor yang bisa berkembang menjadi kanker.

 

Sahabat Ayu, terlepas dari bagaimana bentuk alat kelamin wanita yang Anda miliki, sudah menjadi keharusan untuk merawat dan menjaga kebersihan area tersebut. Alat kelamin wanita yang sehat tentu dapat mencegah beragam infeksi atau bahkan penyakit kelamin berbahaya lainnya. Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi alat kelamin Anda secara berkala pada dokter ahli. Hal ini tentu akan meyakinkan bahwa tidak ada masalah yang serius pada alat kelamin Anda.

Bagaimana dengan kondisi alat kelamin Anda? Sudahkah menunjukkan tanda-tanda normal dan sehat? Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan area kewanitaan dengan mengganti celana dalam dua kali dalam sehari, serta tidak berhubungan seksual secara bebas. Semoga bermanfaat!