7 Jenis Tes Kesuburan Wanita yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Menikah



Sebelum menikah, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes kesuburan wanita. Hal ini bertujuan untuk mengenali kondisi kesehatan, risiko, maupun riwayat masalah kesehatan yang dimiliki oleh wanita sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanganan masalah kesuburan sedini mungkin dengan efektif sebelum menjalani pernikahan. Lantas, apa saja alat tes kesuburan yang dapat Anda manfaatkan sebelum menikah?

Tes ovulasi

Sahabat Ayu, cara tes kesuburan wanita sebelum menikah akan diawali dengan terlebih dulu melakukan tes ovulasi. Dalam tes ovulasi ini, dokter akan menguji kadar LH, hormon stimulasi tiroid, hormon stimulasi, folikel, hormon Anti-Mullerian, estrogen, androgen, progesteron, dan prolaktin yang ada di dalam tubuh Anda.

Umumnya, diperlukan pemeriksaan darah dalam tes ovulasi untuk mengukur tingkat hormon dalam tubuh. Pengukuran tingkat hormon tersebut bertujuan untuk menentukan apakah Anda berovulasi dan dapat menghasilkan sel telur secara teratur atau tidak.

Pemeriksaan cadangan sel telur

Setelah menyelesaikan tes ovulasi, Anda juga akan diminta untuk melakukan pemeriksaan cadangan sel telur yang ada di dalam ovarium. Tes ini akan membantu mengetahui kualitas dan kuantitas sel telur yang tersedia untuk ovulasi. Cara tes kesuburuan wanita sebelum menikah yang satu ini akan diawali dengan tes hormon pada awal siklus menstruasi. Apabila cadangan sel telur berada pada jumlah yang cukup banyak, maka kemungkinan Anda bisa langsung hamil setelah proses pembuahan terjadi.

Tes pencitraan

Alat tes kesuburan wanita berikutnya adalah melalui metode pencitraan. Tes pencitraan atau dalam istilah medis disebut dengan ultrasound ini bertujuan untuk mencari kemungkinan apakah rahim atau tabung saluran indung telur mengalami gangguan atau tidak. Apabila tidak ditemukan gangguan, maka Anda disarankan untuk mengambil tes hysterosalpingography (HSG) sebagai pilihan tes kesuburan wanita lanjutan secara lebih detil.

Hysterosalpingography

Tes kesuburan wanita sebelum menikah selanjutnya adalah hysterosalpingography (HSG). Tes kesuburan ini dikenal juga dengan istilah pemeriksaan uterosalpingografi, di mana pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan sinar X yang diberi cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopi). Tes kesuburan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi saluran telur apakah ada sumbatan yang bisa menyebabkan infertilitas.

Perlu diketahui, pemeriksaan HSG tidak boleh dilakukan ketika Anda sedang menstruasi, sebab pembuluh darah berada pada keadaan terbuka sehingga dikhawatirkan menyebabkan penyumbatan. Sebaiknya, Anda bisa melakukan tes kesuburan wanita ini sesudah menstruasi, yaitu antara hari ke-9 sampai ke-14 siklus menstruasi.

Laparoskopi

Sahabat Ayu, yang dimaksud dengan Laparoskopi adalah prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dinding perut untuk memeriksa ada atau tidaknya gangguan serta infeksi di dalam rahim Anda. Alat tes kesuburan ini berbentuk tabung tipis bernama laparoskop, yang dilengkapi dengan kamera dan cahaya tepat di bagian ujungnya. Namun, tes ini tidak dianjurkan jika Anda menderita kanker atau hernia di bagian perut, atau pernah menjalani operasi di bagian tersebut karena sangat berisiko.

USG Transvaginal

Tak hanya ibu hamil, USG juga digunakan sebagai alat tes kesuburan wanita. Bedanya, pada jenis USG ini, dokter akan menempatkan alat probe ultrasound pada vagina. Fungsi penempatan alat tersebut adalah untuk menentukan apakah ada folikel yang berkembang. Selain itu, USG Transvaginal juga akan menghitung banyaknya folikel dalam ovarium. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk mengidentifikasi masalah pada panggul dan ovarium yang dapat menghambat ovulasi.

Clomiphene Challenge Test

Sesuai namanya, clomiphene challenge test turut melibatkan obat kesuburan bernama klomid. Cara tes kesuburan wanita yang satu ini dilakukan dengan tes darah setelah periode menstruasi Anda dimulai. Tes darah ini ditujukan untuk mengetahui kadar hormon stimulasi folikel dan estradiol. Kemudian, pada hari kelima setelah periode dimulai, barulah Anda mengambil obat kesuburan clomiphene citrate (klomid) untuk dikonsumsi selama lima hari.

Tes kesuburan ini diakhiri dengan pemeriksaan kembali kadar hormon pada hari kesepuluh dari siklus menstruasi. Hasil tes kesuburan wanita melalui clomiphene challenge akan memberikan petunjuk seberapa baik terapi kesuburan akan bekerja untuk Anda.

 

Untuk Sahabat Ayu yang akan segera menikah dalam waktu dekat, jangan ragu untuk mengikuti serangkaian tes kesuburan wanita tadi demi memastikan peluang memiliki keturunan yang lebih besar. Selamat mencoba!