https://sumberayu.id/images/news/tampon-vs-pembalut-apa-bedanya-234c468.jpg

Tampon VS Pembalut: Apa Bedanya?



Saat menstruasi, umumnya kebanyakan wanita di Indonesia menggunakan pembalut untuk menyerap darah haid yang keluar. Namun, sebetulnya ada alternatif selain pembalut yang bisa digunakan Sahabat Ayu saat menstruasi, yaitu tampon. Walaupun pada dasarnya tampon dan pembalut memiliki fungsi yang sama, tetapi masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda. Berikut penjelasannya yang bisa Sahabat Ayu simak.

Perbedaan mendasar tampon dan pembalut

Seperti yang sudah diketahui, umumnya pembalut terbuat dari bantalan kapas dan kain yang lembut dengan bentuk persegi panjang. Untuk memakainya, Anda hanya perlu merekatkan bagian bawah pembalut di celana dalam.

Sementara itu, masih banyak wanita Indonesia yang belum tahu benar apa itu tampon. Tampon lebih menyerupai bantalan kapas lembut yang berbentuk silinder. Di salah satu ujungnya terdapat benang penarik. Cara memakainya adalah dengan memasukkan tampon ke lubang miss V hingga batas ujung penarik.

Bagi yang belum terbiasa, memakai tampon memang cukup sulit untuk menempatkannya secara tepat. Inilah kenapa lebih banyak wanita Indonesia yang lebih memilih memakai pembalut.

Ukuran pembalut lebih besar dari tampon

Jika dibandingkan, pembalut memiliki ukuran yang cenderung lebih besar daripada tampon. Umumnya, pembalut berbentuk lebar dan panjang hingga menutupi permukaan celana dalam. Nah, ada berbagai jenis pembalut yang beredar di pasaran. Beberapa pembalut disertai dengan sayap atau wings  di bagian sisi kanan dan kirinya. Wings ini dilipat ke bawah celana dalam untuk mencegah agar pembalut tidak bergeser yang biasanya menyebabkan kebocoran.

Berbeda dari pembalut, ukuran tampon jauh lebih kecil. Berbentuk silinder, umumnya panjang tampon hanya berukuran sekitar 3-5 cm. Jika Sahabat Ayu memiliki banyak aktivitas dan harus banyak gerak seperti berolahraga, tampon merupakan pilihan tempat untuk digunakan saat menstruasi.

Cara pemakaian tampon dan pembalut

Karena bentuknya yang berbeda, maka tampon dan pembalut pun memiliki cara pemakaian yang berbeda pula. Bentuk pembalut yang lebar memanjang dirasa bisa membantu mencegah terjadinya “tembus”. Apalagi saat ini juga sudah ada pembalut yang panjangnya mencapai 42 cm sehingga bisa menutup hingga bagian bokong juga. Sahabat Ayu hanya perlu merekatkan pembalut pada celana dalam untuk memakainya.

Sementara itu, tampon bisa dibilang bekerja dengan cara “menyumbat” lubang miss V agar darah menstruasi bisa segera terserap. Jadi, Sahabat Ayu tidak perlu khawatir akan “bocor” atau terjadi pergeseran. Namun, karena berada di dalam miss V dan cenderung tidak terasa, jangan sampai Sahabat Ayu lupa mengganti tampon.

Risiko pemakaian

Cairan yang diseran oleh pembalut membuat permukaannya terasa basah selama dipakai. Karena kondisi ini, bukan tidak mungkin kulit di sekitar miss V akan ikut lembap. Selain itu, jika Sahabat Ayu menggunakan pembalut bersayap, biasanya bisa menimbulkan gesekan pada kulit paha di bagian dalam. Oleh sebab itu, Sahabat Ayu dianjurkan untuk rajin mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali, terutama jika saat itu darah menstruasi yang keluar sedang banyak.

Sama halnya dengan tampon, Sahabat Ayu juga wajib melepas dan menggantinya selama beberapa jam sekali. Jika tidak, hal tersebut bisa berisiko menyebabkan Toxic Shock Syndrome (TSS), disebabkan oleh racun dari bakteri Staphylococcus Aureus. Masalahnya, tampon tidak hanya menyerap darah, tapi juga cairan alami yang dibutuhkan miss V. Kalau Sahabat Ayu memakai tampon berdaya serap tinggi padahal darah yang keluar sedang sedikit, berbagai bakteri pun bisa tumbuh, tidak terkecuali bakteri penyebab TSS.

 

Jadi, di antara tampon VS pembalut, mana yang sebaiknya Sahabat Ayu gunakan? Semuanya tentu kembali ke kebutuhan masing-masing. Apabila saat menstruasi harus tetap bergerak aktif, Anda bisa memakai tampon karena lebih praktis. Namun, apabila tidak, pemakaian pembalut sudah cukup. Apa pun pilihan Sahabat Ayu, pastikan untuk selalu mengganti tampon dan pembalut setiap 4 jam sekali untuk menghindari terjadinya infeksi.